
INFRASTRUKTUR.NEWS – Asosiasi MANTRA (Mandor Tukang Nusantara) memperkuat konsolidasi organisasi di Jawa Timur. Melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) yang digelar di Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya, Sabtu (15/8/2026), peserta secara resmi menetapkan Djainal Abidin sebagai Ketua DPW MANTRA Provinsi Jawa Timur.
Muswil dihadiri perwakilan dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi forum pemilihan kepengurusan, tetapi juga momentum menyatukan visi untuk meningkatkan kualitas, kompetensi dan daya saing mandor serta tukang di tengah kebutuhan tenaga konstruksi yang terus berkembang.

Ketua DPP MANTRA Ari Prabowo yang memimpin jalannya Muswil mengatakan, pembentukan kepengurusan Jawa Timur merupakan bagian dari langkah organisasi untuk memperluas jaringan MANTRA secara nasional.
“MANTRA harus hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi negara dan bangsa. Kita ingin mandor dan tukang memiliki posisi yang semakin kuat melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi, profesionalisme dan akses terhadap peluang kerja,” ujar Ari.
Menurut Ari, tenaga konstruksi memiliki peran penting dalam pembangunan. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu agenda utama MANTRA.
Ia menjelaskan, MANTRA tidak ingin hanya menjadi organisasi yang menghimpun mandor dan tukang. Lebih dari itu, MANTRA diarahkan menjadi ekosistem yang mempertemukan tenaga konstruksi dengan dunia usaha dan berbagai pihak yang membutuhkan tenaga profesional.
Mulai dari kontraktor, developer, perusahaan konstruksi, produsen bahan bangunan, lembaga pelatihan, lembaga sertifikasi, pemerintah hingga pemilik proyek.

“Setelah Provinsi Jawa Barat minggu lalu memilih ketua DPW, hari ini Jawa Timur juga telah menetapkan ketua DPW. Ini menunjukkan MANTRA terus bergerak. Ke depan, kami akan terus mengembangkan organisasi di setiap wilayah di Indonesia,” kata Ari.
Dorong Peluang Kerja di Daerah
Peserta Muswil dari Ponorogo, Zaenal Abidin, menyambut positif terbentuknya kepengurusan MANTRA Jawa Timur. Menurutnya, organisasi tersebut memiliki peluang besar untuk memberikan manfaat langsung kepada tenaga konstruksi di daerah.
“Kami memberikan apresiasi yang besar terhadap kegiatan Muswil MANTRA ini. Harapannya setelah terbentuk kepengurusan di Jawa Timur, aktivitas organisasi semakin kuat sampai ke daerah,” ujarnya.
Zaenal berharap MANTRA dapat ikut mendorong terbukanya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
“Yang kami harapkan bukan hanya organisasi yang aktif, tetapi juga ada manfaat nyata. Semakin banyak jaringan pekerjaan, semakin banyak pula kesempatan bagi tukang dan mandor untuk mendapatkan pekerjaan,” tambahnya.
Sementara itu, Rizal, peserta dari Bojonegoro, menilai peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan penting bagi tenaga konstruksi.
“Kompetensi tukang dan mandor harus terus ditingkatkan. Dengan kemampuan yang semakin baik dan diakui, mereka akan lebih mudah bersaing dan mendapatkan kepercayaan dalam berbagai proyek,” tuturnya.
Ia berharap MANTRA dapat memperluas program pelatihan dan sertifikasi sekaligus membuka akses informasi proyek bagi para anggota.
Dari Tukang Konvensional Menuju Tenaga Profesional
MANTRA membawa visi membangun ekosistem tenaga konstruksi yang kompeten, tersertifikasi, produktif dan memiliki daya saing nasional.
Program organisasi dapat mencakup pelatihan keterampilan, sertifikasi kompetensi, pendataan tenaga konstruksi, peningkatan keselamatan kerja, penguatan jaringan proyek hingga digitalisasi profil mandor dan tukang.
Digitalisasi profil dinilai penting agar kompetensi dan pengalaman tenaga konstruksi dapat terdokumentasi dengan baik sehingga lebih mudah dikenali oleh perusahaan atau pemilik proyek.
Dengan konsep tersebut, MANTRA mendorong transformasi profesi mandor dan tukang dari tenaga kerja konvensional menjadi tenaga konstruksi profesional, terampil, tersertifikasi dan memiliki daya saing.
Terpilihnya Djainal Abidin menjadi Ketua DPW MANTRA Jawa Timur menjadi langkah awal untuk memperkuat gerakan tersebut di tingkat provinsi sekaligus memperluas jaringan organisasi hingga kabupaten dan kota.



