Berita InfrastrukturInfo Proyek

Empat Paket Jalan Pansela Jatim Rampung, Konektivitas Wilayah Selatan Kian Terbuka

INFRASTRUKTUR.NEWS – Pembangunan Jalur Lintas Selatan atau Pansela di Jawa Timur memasuki perkembangan baru. Empat paket pekerjaan yang dilaksanakan melalui program Tourism Roads Support Project (TRSS) Phase II dinyatakan telah selesai dan siap memasuki tahap peresmian.

Program pembangunan jalan tersebut memperoleh dukungan pembiayaan dari Islamic Development Bank (IsDB). Total panjang penanganan pada sejumlah paket TRSS Phase II di Jawa Timur mencapai 59,976 kilometer.

Kesiapan infrastruktur itu diketahui dalam kunjungan kerja Pelaksana Tugas Direktur Pembangunan Jalan, Moch. Iqbal Tamher, ke sejumlah ruas Pansela di Jawa Timur pada 29–30 Juli 2026.

Dalam peninjauan lapangan tersebut, Iqbal didampingi Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, Javid Hurriyanto. Rombongan memeriksa kondisi fisik, kualitas pekerjaan, dan perkembangan konektivitas antarruas di kawasan selatan Jawa Timur.

Javid menjelaskan, empat paket pekerjaan yang telah diselesaikan terdiri atas Lot 1A ruas Brumbun–Pantai Sine bagian A dengan panjang 9,55 kilometer.

Selanjutnya, Lot 1B ruas Brumbun–Pantai Sine bagian B mencakup pembangunan jalan sepanjang 2,712 kilometer dan jembatan sepanjang 120 meter.

Dua paket lainnya adalah Lot 2 ruas Bululawang–Sidomulyo–Tambakrejo sepanjang 12,855 kilometer serta Lot 3 ruas Pantai Serang–Sumbersih dengan panjang penanganan 4,334 kilometer.

Penyelesaian keempat paket tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat jaringan transportasi di wilayah selatan Jawa Timur. Jalan yang semakin terhubung diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang, dan membuka akses menuju kawasan pariwisata serta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Selain mengevaluasi pekerjaan yang telah rampung, rombongan turut meninjau ruas yang masih terputus dan diusulkan untuk ditangani melalui TRSS Phase III. Ruas itu membentang dari Simpang Jolosutro hingga batas Kabupaten Malang dengan panjang sekitar 2,35 kilometer.

Penanganan ruas Simpang Jolosutro–Batas Kabupaten Malang dipandang penting karena akan menghubungkan beberapa segmen Pansela yang sebelumnya telah dibangun. Apabila ruas tersebut tersambung, jalur pesisir selatan Jawa Timur akan memiliki jaringan yang lebih utuh dan berkesinambungan.

Dalam peninjauan itu juga menjadi perhatian kondisi segmen Lot 8 ruas Jarit–Puger pada STA 37+000 hingga STA 40+000 yang dibangun melalui TRSS Phase I.

Segmen tersebut memiliki trase lurus sepanjang tiga kilometer dengan kondisi geometrik jalan yang dinilai memadai. Karakteristik itu dinilai dapat menjadi potensi bagi pengembangan infrastruktur Pansela sesuai kebutuhan transportasi dan pertumbuhan wilayah pada masa mendatang.

Pemerintah terus mempercepat pembangunan Pansela sebagai jalur alternatif yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap jaringan jalan di wilayah utara dan tengah Pulau Jawa.

Penyambungan ruas-ruas yang masih terputus menjadi salah satu prioritas agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata, khususnya oleh masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir selatan Jawa Timur.

Related Articles

Back to top button