
INFRASTRUKTUR.NEWS – Pemerintah terus menunjukkan keseriusannya dalam membenahi infrastruktur pendidikan dasar dan menengah. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat jalannya mega proyek renovasi sekolah di seluruh pelosok Indonesia.
Tidak sekadar menerima laporan di balik meja kerja, AHY menyatakan kesiapannya untuk melakukan inspeksi langsung ke lapangan. Langkah proaktif ini diambil guna memastikan tidak ada proyek revitalisasi yang mangkrak atau terhambat oleh masalah teknis dan birokrasi di daerah.
Menurut AHY, kelayakan infrastruktur pendidikan adalah hak dasar setiap anak bangsa yang tidak bisa ditawar. Ia menaruh perhatian khusus agar anggaran negara yang digelontorkan untuk sektor pendidikan benar-benar terserap optimal dan menghasilkan bangunan yang aman, nyaman, dan berstandar tinggi.
“Fasilitas belajar yang memadai adalah fondasi utama untuk mencetak generasi unggul. Jika ada hambatan revitalisasi di lapangan baik itu urusan administrasi, kendala material, maupun kinerja pelaksana proyek saya siap turun langsung untuk mengecek dan menyelesaikan masalahnya,” tegas AHY.
Fokus Hapus Kesenjangan di Daerah 3T
Program revitalisasi sekolah ini merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah untuk menghapus ketimpangan fasilitas pendidikan, terutama antara sekolah di kawasan perkotaan dengan yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dalam upaya pengawalannya, AHY menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas instansi. Ia mendorong koordinasi yang solid antara kementerian teknis seperti Kementerian Pekerjaan Umum (PU), kementerian terkait di bidang pendidikan, serta jajaran Pemerintah Daerah (Pemda).
Beberapa poin krusial yang menjadi fokus pengawasan AHY dalam proyek ini meliputi:
- Akurasi Waktu Pengerjaan: Memastikan renovasi selesai tepat waktu agar proses belajar mengajar tatap muka tidak terganggu terlalu lama.
- Standar Keselamatan Bangunan: Mewajibkan kontraktor mematuhi standar keamanan, termasuk struktur bangunan yang ramah anak dan tahan terhadap potensi bencana seperti gempa bumi.
- Transparansi dan Akuntabilitas: Menutup rapat celah kebocoran anggaran dengan memastikan setiap rupiah digunakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disepakati.
Dengan pengawalan ketat dan pendekatan responsif dari pusat, AHY berharap proses revitalisasi ribuan sekolah rusak di Indonesia dapat berjalan mulus (tancap gas). Kehadirannya mengawasi langsung diyakini akan memberikan tekanan positif bagi para pelaksana proyek untuk bekerja secara profesional dan berintegritas.



