Berita TerbaruGaleri FotoInfo Asosiasi Profesi

Dorong Transformasi Digital dan Daya Saing Global, Pemprov Jatim Resmi Buka Gelaran Surabaya Printing Expo 2026

INFRASTRUKTUR.NEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung kemajuan industri kreatif dan grafika di tanah air. Komitmen ini terlihat dalam peresmian ajang bergengsi Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 yang digelar di Grand City Convention Hall, Surabaya, pada Rabu (8/7/2026).

Mewakili Gubernur Jawa Timur, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, secara langsung meresmikan pameran teknologi percetakan terbesar dan terlengkap di wilayah Jawa Timur tersebut.

Dalam pidato sambutannya, Sherlita menegaskan bahwa pemerintah daerah berfokus pada penciptaan ekosistem bisnis yang sehat bagi para pelaku industri percetakan.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus hadir mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif, memfasilitasi kemudahan berusaha, serta memperluas akses pasar bagi produk-produk industri percetakan, baik dari Jawa Timur maupun skala nasional,” ungkap Sherlita.

Ia juga menggarisbawahi bahwa dukungan regulasi dan kemudahan usaha ditujukan untuk mendongkrak daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar internasional. Oleh karena itu, Sherlita berharap ajang SPE 2026 tidak hanya sebatas pameran teknologi semata.

“Melalui Surabaya Printing Expo ini, kami berharap dapat tercipta pertemuan bisnis, transfer teknologi, kolaborasi, dan kerja sama yang semakin memperkuat industri percetakan di Indonesia,” tambahnya.

Libatkan Ratusan Perusahaan dan Soroti Teknologi AI

Sebagai bagian dari rangkaian agenda Krista Exhibitions, Surabaya Printing Expo tahun ini telah memasuki edisi ke-19. Skalanya pun patut diperhitungkan. Pameran ini berhasil menggandeng 150 perusahaan, termasuk memberikan ruang strategis bagi 10 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selama penyelenggaraannya, acara ini ditargetkan mampu menyedot antusiasme hingga 15.000 pengunjung.

Tidak sekadar memamerkan mesin-mesin cetak konvensional, SPE 2026 hadir dengan wajah yang jauh lebih modern dengan memfokuskan pada solusi percetakan berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI).

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, pihak penyelenggara turut menghadirkan ragam lokakarya (workshop) edukatif. Topik-topik krusial seperti strategi transformasi digital, pengemasan (packaging), penguatan branding, hingga upaya akselerasi UMKM dikupas tuntas untuk mempercepat transformasi industri grafika dan kreatif di Indonesia.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, menyampaikan optimismenya terhadap penyelenggaraan acara tahun ini.

“Semoga Surabaya Printing Expo 2026 menjadi momentum lahirnya berbagai inovasi yang mampu meningkatkan daya saing industri grafika Indonesia. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi para peserta, pengunjung, serta menjadi motor penggerak bagi industri kreatif ke depannya,” pungkas Daud.

Dengan sinergi antara pemerintah, pihak swasta, dan para pelaku UMKM, Surabaya Printing Expo 2026 diproyeksikan menjadi katalis utama dalam membawa industri percetakan Indonesia selangkah lebih maju di era digital.

Related Articles

Back to top button