Berita InfrastrukturBerita Terbaru

Menteri Dody Tinjau KSPEAN Wanam, Panen Perdana Padi Ditargetkan November

INFRASTRUKTUR.NEWS – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Kawasan Sentra Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, untuk memastikan kesiapan infrastruktur pengairan menjelang panen perdana padi yang ditargetkan berlangsung pada November 2026.

Kunjungan pada Kamis (8/10) tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan kawasan pertanian baru di wilayah timur Indonesia.

Dody menegaskan, ketersediaan air merupakan faktor penting dalam mendukung produktivitas pertanian, terutama ketika memasuki musim kemarau. Karena itu, Kementerian PU terus menyiapkan infrastruktur sumber daya air agar kebutuhan pengairan lahan dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Infrastruktur yang dikembangkan meliputi jaringan irigasi rawa, saluran primer dan sekunder, serta saluran pengendali banjir. Pembangunan tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan pertanian sekaligus mengantisipasi potensi genangan di kawasan pengembangan.

Pembangunan Saluran Capai 133 Kilometer

Hingga 1 Oktober 2026, pembangunan jaringan saluran di kawasan KSPEAN Wanam telah mencapai 133 kilometer dari target keseluruhan 180 kilometer. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan sistem pengairan untuk pengembangan lahan pertanian secara bertahap.

Pada tahap awal, penanaman padi telah dilakukan di lahan percontohan atau demonstration plot (demplot) di kawasan KM 21 seluas sekitar 40 hektare. Tanaman tersebut diproyeksikan memasuki masa panen pada awal hingga pertengahan November 2026.

Pemerintah akan mengevaluasi hasil penanaman awal sebelum melanjutkan perluasan area tanam. Tahap berikutnya akan disesuaikan dengan arahan Kementerian Pertanian agar pengembangan lahan berjalan seiring dengan kesiapan infrastruktur pendukung.

Bagian dari Penguatan Ketahanan Pangan

Pengembangan KSPEAN Wanam merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas pusat produksi pangan dan memperkuat cadangan pangan nasional. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pasokan di tengah ketidakpastian kondisi global dan perubahan cuaca.

Pemerintah memprioritaskan pengembangan tahap awal seluas 10.000 hektare sebagai bagian dari program percepatan atau Quick Win. Dalam tahap lanjutan, kawasan tersebut direncanakan terhubung dengan fasilitas pendukung, termasuk industri pangan, pelabuhan, dan bandara.

Selain memperkuat infrastruktur pertanian, Kementerian PU juga mendorong keterlibatan masyarakat setempat dalam pelaksanaan pembangunan. Pelibatan tenaga kerja lokal diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga di sekitar kawasan.

Dengan penyelesaian jaringan irigasi dan dukungan infrastruktur lainnya, Wanam diharapkan berkembang menjadi salah satu sentra produksi pangan baru di Indonesia. Rencana panen perdana pada November mendatang akan menjadi tahapan awal untuk menilai kesiapan kawasan sebelum pengembangan pertanian dilakukan dalam skala lebih luas.

Related Articles

Back to top button