
INFRASTRUKTUR.NEWS — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan air di tengah penyusutan volume tampungan bendungan di Pulau Jawa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca guna meningkatkan peluang hujan di wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan air.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti mengatakan, penurunan volume air bendungan terjadi akibat musim kemarau berkepanjangan yang diperparah fenomena El Niño. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk mengambil langkah antisipatif agar cadangan air tetap terjaga.
Menurut Diana, modifikasi cuaca diharapkan dapat membantu meningkatkan curah hujan di sejumlah daerah tangkapan air sehingga pasokan ke bendungan dapat bertambah.
Selain langkah jangka pendek, Kementerian PU juga melakukan pemetaan kebutuhan pembangunan bendungan untuk periode mendatang. Perencanaan tersebut mencakup proyek yang belum selesai serta kebutuhan pembangunan untuk mendukung ketahanan air pada 2027 dan 2028.
Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PU Adenan Rasyid mengatakan, pengelolaan bendungan juga dilakukan melalui pengaturan pola operasi waduk. Langkah ini diperlukan untuk memastikan ketersediaan air dapat dikelola sesuai kebutuhan dan kapasitas tampungan masing-masing bendungan.
Pengaturan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara ketersediaan air dan kebutuhan masyarakat, termasuk untuk pasokan air baku serta irigasi pertanian.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan bahwa sekitar 36 persen bendungan di Pulau Jawa mengalami defisit air akibat El Niño. Selain itu, sebanyak 62 dari 119 kabupaten/kota di Jawa turut terdampak kondisi kekeringan.
Dampak kemarau berkepanjangan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah bendungan di luar Jawa. Situasi tersebut memperkuat kebutuhan akan pengelolaan sumber daya air yang terencana, baik melalui optimalisasi infrastruktur yang tersedia maupun pembangunan bendungan baru.
Pemerintah pun perlu memastikan langkah mitigasi berjalan secara terpadu agar penurunan cadangan air tidak semakin mengganggu pemenuhan kebutuhan domestik dan kegiatan pertanian di berbagai daerah.



